Jika apa yang kuutarakan menyinggungmu, maaf. bukan bermaksud. sebab aku hanya bercerita masa lalu yang harusnya kubuang. dan sekarang aku merangkau cerita baru. bersamamu. jika bisa.
Showing posts with label Romantis. Show all posts
Showing posts with label Romantis. Show all posts
Saturday, 10 May 2014
Sunday, 6 October 2013
Lirik Payung Teduh - Warna Musik Meneduhkan
Teduh, berdiri pada akhir tahun 2007 berawal dari teater Pagupon Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Dari hasil kreativitas mereka terciptalah irama musik dan lirik yang menyatu membawa ketenangan pendengarnya. Anggotanya yaitu Is, Comi, Cito dan Ivan mencoba menggabungkan musik tanpa batas dengan musik Payung Teduh sendiri.
Monday, 22 July 2013
Penari Langit
![]() |
“Mengapa
harus tarian langit?”
tanyaku
pada sepi.
Kalau ada waktu duduk di sini atau
membaringkan tubuh di kursi malas balkon kamar saat senja seperti sekarang ini,
kemudian menghadapkan pandangan ke barat maka akan terlihat langit terang berparas
jingga. Sinar oranye mulai meredup dan turun perlahan mengikuti irama gemerisik
pepohonan tropis dari halaman kebun. Kepakan sayap ribuan burung pipit yang
sibuk kembali ke sarangnya pun turut meramaikan ganasnya tarian langit. Jika
lebih jeli perhatikan apa yang terkandung dalam senja sekarang ini, dan
dengarkan irama-irama sendu, saksikan para dewa-dewi sedang menarikan tarian
senjanya, menyambut purnama datang.
Monday, 3 June 2013
Memilih Jarak - Sebuah Resolusi
Jarak itu bisa panjang bisa pendek.
Pilihannya adalah tergantung kebutuhan manusia mengapa harus menciptakan jarak.
Bahkan antara satu jari dengan jari lain punya jarak meski itu kecil. Tapi
dengan jarak, semua hal menjadi jelas dan ada batasnya.
Tuesday, 23 April 2013
Song Collection of Abdul And The Coffee Theory
Hai-hai aku update kumpulan Abdul and The Coffee Theory yang terbaru. Download ya.
Sekedar saran aja. dengerin sambil menyesap secangkir kopi hitam., di jamin perasaanmu langsung adem. Cozy banget deh...
Tuesday, 17 January 2012
Semusim Secarik Kata
#
Hujan
keseribu kali tlah terganti
Sedikit
bayangmu ku ingat menyepi
Lama…
Hingga
tak pasti semua tanya berlabuh
Mungkin
sudah keseribu kali pula ku berpikir
Adakah
jawab mampu membunuh rindu ini?
Label:
16 Januari,
Ade Gusti,
Burger,
Cinta,
Hujan,
Kamu,
Musim,
Puisi,
Puisi Cinta,
Romantis
Subscribe to:
Posts (Atom)



