Showing posts with label Manusia. Show all posts
Showing posts with label Manusia. Show all posts

Saturday, 1 February 2014

Rumahku





Ijinkan saya bercerita, bercerita membuat saya lega dengan emosi saya. Saya bahkan harus berbicara dengan seekor kucing jika saya tak bisa mengontrol emosi saya sedemikian rupa. Saya begitu naif memaknakan hidup hanya untuk tersenyum dan menangis. Rupanya lebih dari itu, dan saat ini saya merasakan suasana hambar di dalam sebuah rumah, tempat tinggal keluarga besar saya.

Tuesday, 24 September 2013

Contoh Naskah Speech



Illegal Trafficking of Rare Animals Should Be Stopped



Good afternoon Ladies and Gentleman,

Illegal trafficking of rare animals still often happens in Indonesia. On December 2012, The Center of Orangutan Protection Center and Conservation of Nature Resource in Central Java could uncover traffic of rare animal networks by online in Klaten, Central Java. From the case, they confiscated some of the protected fauna in Indonesia such as 2 Bayan Parrots, 1 Maluku Parrot, 1 Green Peacock, 1 Yellow Plume Cockatoo, 1 Goffini Cockatoo, and also 1 Orangutan.

Monday, 22 July 2013

Manusia Hilang Itu Artinya Mati





Saat manusia hilang, dan tak pernah kembali ke dunia. Itulah pertanda manusia dalam perjalanan ke keabadian. Dan saat manusia hadir kembali melalui mimpi itu bukanlah reinkarnasi tapi hanya bayangan sesaat yang mengingatkan bahwa manusia tersebut pernah hidup didunia entah tahun keberapa.

Penari Langit



“Mengapa harus tarian langit?”
tanyaku pada sepi.

Kalau ada waktu duduk di sini atau membaringkan tubuh di kursi malas balkon kamar saat senja seperti sekarang ini, kemudian menghadapkan pandangan ke barat maka akan terlihat langit terang berparas jingga. Sinar oranye mulai meredup dan turun perlahan mengikuti irama gemerisik pepohonan tropis dari halaman kebun. Kepakan sayap ribuan burung pipit yang sibuk kembali ke sarangnya pun turut meramaikan ganasnya tarian langit. Jika lebih jeli perhatikan apa yang terkandung dalam senja sekarang ini, dan dengarkan irama-irama sendu, saksikan para dewa-dewi sedang menarikan tarian senjanya, menyambut purnama datang.

Wednesday, 12 June 2013

Dua Wajah Pagi




       Saya tak pernah memahami mengapa suasana pagi bisa menjadi lebih sibuk daripada malam. Tiap pagi, orang-orang minum kopi dan pengantar Koran mampir dari rumah ke rumah, dan jalan mulai sibuk, bis kota sudah bertugas, tetapi segala hal yang normal di abad ke-21 ini akan segera diletakkan terpaut dengan sesuatu yang menyebabkan Jogja hidup: semacam budaya pop.

Wednesday, 31 October 2012

Manusia Bertanya, Tuhanlah yang Menjawab


Taman. Kolam ikan dengan air mancur. Kursi-kursi yang dipenuhi manusia-manusia bahagia. Pedagang kopi keliling sibuk melayani pembeli dengan ramah. Anjing piaraan ber guk-guk ria me-nginthil majikannya, berlarian. Manusia-manusia bahagia tersebut nampaknya tak sadar salah satu mereka yaitu aku, sedang tidak bahagia. Mereka seolah membutakan mata tak melihat aku menangis dan berteriak minta pertolongan. Mereka tak memahamiku sebagaimana mereka sebagai manusia. Mereka menganggap aku lebih buruk dari anjing piaraan mereka. Mereka. Ya mereka itu manusia bahagia namun tak bisa membahagiakan orang sekitarnya.