Jika apa yang kuutarakan menyinggungmu, maaf. bukan bermaksud. sebab aku hanya bercerita masa lalu yang harusnya kubuang. dan sekarang aku merangkau cerita baru. bersamamu. jika bisa.
Showing posts with label cerita. Show all posts
Showing posts with label cerita. Show all posts
Saturday, 10 May 2014
Monday, 22 July 2013
Penari Langit
![]() |
“Mengapa
harus tarian langit?”
tanyaku
pada sepi.
Kalau ada waktu duduk di sini atau
membaringkan tubuh di kursi malas balkon kamar saat senja seperti sekarang ini,
kemudian menghadapkan pandangan ke barat maka akan terlihat langit terang berparas
jingga. Sinar oranye mulai meredup dan turun perlahan mengikuti irama gemerisik
pepohonan tropis dari halaman kebun. Kepakan sayap ribuan burung pipit yang
sibuk kembali ke sarangnya pun turut meramaikan ganasnya tarian langit. Jika
lebih jeli perhatikan apa yang terkandung dalam senja sekarang ini, dan
dengarkan irama-irama sendu, saksikan para dewa-dewi sedang menarikan tarian
senjanya, menyambut purnama datang.
Wednesday, 12 June 2013
Dua Wajah Pagi
Saya tak pernah memahami
mengapa suasana pagi bisa menjadi lebih sibuk daripada malam. Tiap pagi,
orang-orang minum kopi dan pengantar Koran mampir dari rumah ke rumah, dan
jalan mulai sibuk, bis kota sudah bertugas, tetapi segala hal yang normal di
abad ke-21 ini akan segera diletakkan terpaut dengan sesuatu yang menyebabkan
Jogja hidup: semacam budaya pop.
Label:
Ade Gusti,
Artikel,
cerita,
cerita pagi,
cerpen,
Cinta,
dua wajah pagi,
Manusia,
pagi,
Renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)

