Teduh, berdiri pada akhir tahun 2007 berawal dari teater Pagupon Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UGM. Dari hasil kreativitas mereka terciptalah irama musik dan lirik yang menyatu membawa ketenangan pendengarnya. Anggotanya yaitu Is, Comi, Cito dan Ivan mencoba menggabungkan musik tanpa batas dengan musik Payung Teduh sendiri.
Sunday, 6 October 2013
Tuesday, 24 September 2013
Contoh Naskah Speech
Illegal Trafficking
of Rare Animals Should Be Stopped
Good afternoon Ladies and Gentleman,
Illegal trafficking of rare animals
still often happens in Indonesia. On December 2012, The Center of Orangutan
Protection Center and Conservation of Nature Resource in Central Java could
uncover traffic of rare animal networks by online in Klaten, Central Java. From
the case, they confiscated some of the protected fauna in Indonesia such as 2
Bayan Parrots, 1 Maluku Parrot, 1 Green Peacock, 1 Yellow Plume Cockatoo, 1 Goffini
Cockatoo, and also 1 Orangutan.
Label:
Ade Gusti,
animal,
animal traficking,
Artikel,
illegal traficking,
Indonesia,
Manusia,
pidato bahasa inggris,
protected animal,
rare animal,
speech,
UNESCO,
Word Wide Fund For Nature,
WWF
Monday, 22 July 2013
Manusia Hilang Itu Artinya Mati
Saat manusia hilang, dan tak pernah kembali ke dunia. Itulah
pertanda manusia dalam perjalanan ke keabadian. Dan saat manusia hadir kembali
melalui mimpi itu bukanlah reinkarnasi tapi hanya bayangan sesaat yang
mengingatkan bahwa manusia tersebut pernah hidup didunia entah tahun keberapa.
Penari Langit
![]() |
“Mengapa
harus tarian langit?”
tanyaku
pada sepi.
Kalau ada waktu duduk di sini atau
membaringkan tubuh di kursi malas balkon kamar saat senja seperti sekarang ini,
kemudian menghadapkan pandangan ke barat maka akan terlihat langit terang berparas
jingga. Sinar oranye mulai meredup dan turun perlahan mengikuti irama gemerisik
pepohonan tropis dari halaman kebun. Kepakan sayap ribuan burung pipit yang
sibuk kembali ke sarangnya pun turut meramaikan ganasnya tarian langit. Jika
lebih jeli perhatikan apa yang terkandung dalam senja sekarang ini, dan
dengarkan irama-irama sendu, saksikan para dewa-dewi sedang menarikan tarian
senjanya, menyambut purnama datang.
Wednesday, 12 June 2013
Dua Wajah Pagi
Saya tak pernah memahami
mengapa suasana pagi bisa menjadi lebih sibuk daripada malam. Tiap pagi,
orang-orang minum kopi dan pengantar Koran mampir dari rumah ke rumah, dan
jalan mulai sibuk, bis kota sudah bertugas, tetapi segala hal yang normal di
abad ke-21 ini akan segera diletakkan terpaut dengan sesuatu yang menyebabkan
Jogja hidup: semacam budaya pop.
Label:
Ade Gusti,
Artikel,
cerita,
cerita pagi,
cerpen,
Cinta,
dua wajah pagi,
Manusia,
pagi,
Renungan
Subscribe to:
Posts (Atom)


