Monday, 22 July 2013

Penari Langit



“Mengapa harus tarian langit?”
tanyaku pada sepi.

Kalau ada waktu duduk di sini atau membaringkan tubuh di kursi malas balkon kamar saat senja seperti sekarang ini, kemudian menghadapkan pandangan ke barat maka akan terlihat langit terang berparas jingga. Sinar oranye mulai meredup dan turun perlahan mengikuti irama gemerisik pepohonan tropis dari halaman kebun. Kepakan sayap ribuan burung pipit yang sibuk kembali ke sarangnya pun turut meramaikan ganasnya tarian langit. Jika lebih jeli perhatikan apa yang terkandung dalam senja sekarang ini, dan dengarkan irama-irama sendu, saksikan para dewa-dewi sedang menarikan tarian senjanya, menyambut purnama datang.

Wednesday, 12 June 2013

Dua Wajah Pagi




       Saya tak pernah memahami mengapa suasana pagi bisa menjadi lebih sibuk daripada malam. Tiap pagi, orang-orang minum kopi dan pengantar Koran mampir dari rumah ke rumah, dan jalan mulai sibuk, bis kota sudah bertugas, tetapi segala hal yang normal di abad ke-21 ini akan segera diletakkan terpaut dengan sesuatu yang menyebabkan Jogja hidup: semacam budaya pop.

Mengapa Harus Ada Bayangan?




Mengapa harus ada bayangan?

Kadang kita sering bertanya-tanya, merasa risih jika ada siluet hitam mengikuti kemana arah kita menghadap. Terutama saat kita harus berpapasan dengan terik matahari. Siluet itulah yang kita namakan sebuah bayangan.

Tuesday, 4 June 2013

Kedai 24 - Lokalisasi Kuliner




Namanya pasti aneh?

yak kan? sebuah lokalisasi kuliner yang tidak boleh kamu tinggalkan saat berkunjung ke Jogja atau menghabiskan malam di Jogja.

KEDAI 24 (non stop g pernah tutup) - Lokasinya di mana?

Monday, 3 June 2013

Memilih Jarak - Sebuah Resolusi




Jarak itu bisa panjang bisa pendek. Pilihannya adalah tergantung kebutuhan manusia mengapa harus menciptakan jarak. Bahkan antara satu jari dengan jari lain punya jarak meski itu kecil. Tapi dengan jarak, semua hal menjadi jelas dan ada batasnya.